Rabu, 28 Desember 2016

28 Desember (Part 2)

Lampu di handphone ku menyala, tanda ada pesan yang masuk. Saat itu pukul 1 dini hari. Mataku belum terpejam, bahkan bisa dibilang tidak mengantuk sama sekali. Kuambil handphone ku lalu kubaca pesan yang ternyata darinya. Pesan itu berbunyi “sudah sedekat ini tapi masih saja tidak bisa bersama, aku rindu kamu. Sungguh”. Aku tersenyum, sambil segera membalas pesannya, “kan barusan ketemu, masa masih rindu. Gimana kerjaanmu malam ini?”. Ting. Pesan baru sudah masuk kembali, “enggak fokus, kepikiran kamu. Belum tidur?” dan kujawab “nanti penilaianmu jelek kalau males kerja. Belum ngantuk nih”. Agak lama dia tidak membalas pesanku, sekitar 10 menit kemudian pesan baru masuk, “tidur sana, kita akan pergi jauh nanti. Jangan sampai malah kamu tidur di jalan. Selamat tidur :* “.

Hehe.. membaca pesan itu membuatku lupa membalas, dan sepertinya dia menunggu balasanku karena pesan selanjutnya begitu terlihat tidak sabaran, “aku beneran ditinggal tidur nih?”. Langsung saja kubalas, “iya aku tidur duluan yah, kamu kerjanya yang fokus. Hati-hati”. Kutarik selimutku menutupi muka. Cuaca diluar terasa dingin, mungkin karena dekat dengan laut tapi entah kenapa tubuhku rasanya hangat. Yah mungkin karena cinta.

Alarm di handphone ku berbunyi, tersetting pukul 5 pagi seperti alarm aku biasa bangun untuk berangkat kerja. Tubuhku tampaknya terlalu tidak sabaran hari ini, beda sekali dengan bangun pagi di ibukota. Aku mengecek kotak pesan, tidak ada yang baru. “mungkin dia sibuk”, pikirku. Sarapan pagi pasti belum tersedia, dan kebetulan aku juga bukan orang yang biasa sarapan. Tapi apa boleh buat, tidak sarapan saat di hotel itu sebuah kerugian dan aku bingung harus melakukan apa untuk menunggu satu setengah jam lagi kira-kira.

Aku menyalakan tv kabel, membuka jendela, lalu pergi ke kamar mandi. Membuang sesuatu yang harus dibuang, iya itu saja yang kulakukan. Sambil bermain game di handphone, ritual ini bisa memakan waktu hingga setengah jam. Ide bagus bukan?.

Jam di handphone menunjukkan pukul 05.35, kuketik pesan untuknya “aku sudah bangun, kayanya kepagian. Kamu masih di kantor?”. Pesan dikirim. Ku tuntaskan hajatku, lalu kembali menggelung di kasur. Pesanku tidak terbalas hingga pukul 6 pagi.

“aku mandi dulu, baru nanti aku ke hotel yah”, begitu katanya. Kujawab, “iya, jangan sarapan. Bareng saja nanti disini”. “ok”, singkat dibalasnya. Aku masih malas mandi, lantai kamar mandinya tadi dingin sekali dan sendal kamar tidak sengaja terguyur air olehku. Air panas yang ada pun tidak membuat keinginan untuk mandi datang. Jadi kuputuskan menunggu dia saja, lalu sarapan. Mungkin perut yang terisi membuat badanku jauh lebih hangat untuk mandi nanti.

Pukul 7 lewat 15 menit, ada yang mengetuk pintu kamar ku. Kukira dia ternyata bukan. Room service menanyakan apakah mau dibersihkan sembari aku sarapan. Teringat genangan air di kamar mandi, jadi kuputuskan untuk membersihkan dan aku pergi ke restoran sembari menunggunya. Di restoran ternyata ramai, petugas hotel meminta kartu makanku tapi aku mengatakan hanya ingin melihat saja. Lalu akupun beranjak ke lobby hotel.

Dan akhirnya aku memutuskan sarapan terlebih dahulu. Bukan karena lapar, tapi terlampau salah tingkah karena dia tak kunjung datang. Kulihat jam tangan, pukul 9 pagi. Pesan dan telepon ku padanya tidak mendapat jawaban. Sedikit dongkol, aku menyelesaikan sarapanku lalu kembali masuk ke kamar. “apa dia sengaja mau membiarkan aku sendirian disini?”, sempat terpikir bahwa dia menjahatiku.

Sekitar 10 menit aku dikamar, handphoneku berdering. Suara di ujung mengatakan, “aku diluar nih, bukai dong pintunya”. Kubuka pintu kamar, dan dia yang sudah membuatku kesal Cuma memamerkan deretan giginya yang rapih. “maaf ya lama.. aku isi bensin dulu tadi”, begitu alasannya. Aku menyuruhnya untuk sarapan sendiri sembari aku mandi. Dia kaget ternyata aku belum juga mandi dan tega karena sarapan duluan, tapi dia segera ke restoran saat kubilang semua menu makanannya hampir habis. “makan yang banyak yah, sekalian perbaikan gizi wahai anak kos”, kugoda dia sambil menutup pintu kamar dan bergegas mandi. Hanya butuh waktu 15 menit untuk aku mandi dan bersiap, lalu kususul dia ke restoran. “belum selesai juga makannya?”, kutanya sambil menarik kursi untuk duduk. “katanya suruh perbaikan gizi, ini belum semuanya dicoba”, jawabnya dengan mulut penuh makanan. Aku tersenyum simpul. Sekilas kulihat tubuhnya sekarang, tidak seperti orang kekurangan makan sebenernya. Malah tubuhnya kini lebih berisi, pipinya saja semakin bulat. Dan tanpa sadar aku pun tertawa. Dia bingung melihat ku tertawa sendiri tapi tidak berani menanyakan ada apa.

Sekarang kami sudah siap untuk menjelajah, aku duduk manis di sebelahnya sambil ngemil kacang yang dia beli di warung kelontong tadi. Kutanya mau kemana, dia hanya bilang “pokoknya jauh, yang penting sama aku”. Jalanan disini menurutku sudah bagus walau tidak terlalu lebar. Semuanya sudah di aspal, hanya saja bila berpapasan dengan kendaraan lain sering mengagetkan. Laju pacu mereka tidak ada yang lambat, mungkin karena dipikir masih jarang kendaraan disini, terutama untuk roda 4.

“wah jangan-jangan kita terlewat, daritadi kok enggak ada papan penunjuknya yah? Ini sih kita udah beneran jauh banget jalannya”, entah dia bicara sendiri atau denganku. Dia memutar balik mobil, dan sekitar 4 km kemudian dia memasukkan ke jalanan rusak dengan papan penunjuk yang sudah mulai apuk. “ini dia tempatnya, surga tersembunyi..”, aku masih penasaran dengan perkataannya tapi ternyata itu memang surga tersembunyi. Hamparan pasir putih, air yang jernih dan tidak terlalu dalam, didukung langit yang sangat cerah saat itu, membuat pemandangan pantai yang sungguh mempesona.

“coba kita bawa serokan, terus bisa bakar ikan sekalian deh”, kataku padanya saat melewati jembatan kayu kecil. Air di bawah jembatan didiami ikan-ikan seukuran telapak tangan yang hilir mudik, banyak sekali. Kami berdua berjalan menyusuri pinggir pantai lalu berhenti untuk duduk di atas dahan kelapa yang sudah ambruk. “aku tahu kamu gak suka air, tapi disini kebanyakan hanya ada pantai, maaf ya”, aku hanya mengangguk saat dia berkata seperti itu. Kami banyak bercerita, juga berfoto berdua, malah bisa dibilang dia yang lebih banyak ingin berfoto berdua. Aku akhirnya bertanya karena penasaranku yang terlanjur besar, “kamu biasanya ngapain kalau lagi kesepian? Disini hiburannya apa?. Dia melihatku lalu berkata, “kamu.. hiburannya kamu”. “kok aku?”, aku bingung. “iya, aku liatin aja foto-foto kamu terus cerita sendiri hari itu aku ngapain. Atau enggak aku nonton video dari kamu, dengerin lagu-lagu yang kamu kasih. Pokoknya tentang kamu”. Aku tersipu, “memangnya enggak bosen?”. “enggak.. kalau aku bosen aku enggak bakal minta kamu buat datang kesini”. Aku menunduk, air mataku mulai menggenangi mata. Kadang aku benci sekali, bagaimana bisa dia dengan santainya berbicara suatu hal yang membuatku terasa sangat berarti. Disaat keluargaku saja jarang perduli, dia dengan tutur manisnya membuatku menjadi orang paling spesial di dunia.

“Anginnya mulai kencang lagi nih, pasirnya jadi keman-mana. Pulang aja yuk, sekalian kita cari makan siang”, akupun mengiyakan. Di jalan pulang dia bilang kalau nanti sore mobil bosnya ini harus dikembalikan karena mau dipakai. Akupun berkata tidak apa, jangan dipaksakan. Jadi akhirnya kami mencoba mencari makan dekat rumahnya saja, sekaligus memulangkan mobil. Di dekat rumahnya kami berhenti sebentar di warung bakso, dia bilang aku harus mencoba bakso disini. Dan ternyata rasanya.. ah sudahlah, jakarta memang juaranya. Dia hanya terkekeh melihat ekspresiku saat memakan suapan pertama.

Selesai makan, kami segera menuju rumah bosnya untuk mengembalikan mobil. Aku pun dikenalkan pada bosnya, sedikit berbincang ramah tamah. Wajah bosnya mengingatkanku pada seorang artis lawas yang aku lupa namanya. Kemudian kami pun pamit pulang ke rumah.

Di rumahnya, ternyata ada satu orang kawannya dan beberapa tamunya. Aku merasa tidak enak, dan dia melihat perasaanku itu. Lau dia menuruhku untuk menunggu di kamar saja, karena dia mau ke kantor sebentar. Sebenernya aku tidak mau ditinggal, tapi dia berkata jarak kantornya hanya 5 menit dari sini dan berjanji tidak sampai setengah jam dia akan kembali. Mau tidak mau aku menerima, dan kuputuskan menonton film yang ada di laptopnya.

Jam 6 sore dia kembali, diluar masih bisa kudengar suara tamu yang justru semakin ramai. Dia berkata kita kembali ke hotel sebelum gelap. Kali ini kami naik motor miliknya, berboncengan, sambil menikmati angin malam. Kami melewati jalanan yang kanan kirinya penuh tumbuhan bakau, gelap sekali, paling hanya sesekali lampu dari kendaraan yang saling berpapasan menerangi. Tak sengaja aku melihat ke atas langit, dan kulihat bintang seperti bertaburan indah sekali. “wahhh bagus banget bintangnya, keren!!”, teriakku. “di jakarta enggak akan bisa lihat yang begini, kalah sama lampu gedung dan jalanan”, sahutnya.

Sampai di hotel, dia langsung permisi untuk mandi. Tapi rasanya kalau aku tidak ingin mandi, paling hanya bersih-bersih. 10 menit dia keluar, lalu menyuruhku mandi dan kujawab, “malas”. Aku hanya cuci muka, menyabuni tangan dan kaki, lalu gosok gigi. Kulihat dia sedang asik menonton saat aku selesai dari kamar mandi. Aku duduk di sebelahnya lalu mencium pundaknya, “wangi banget sih”. Dan dia menciumku sekilas, di bibir. “kamu juga wangi”, katanya.

Malam itu kami habisnya di kamar saja menonton tv dan memesan makan malam dari restoran. Aku pun bertanya apakah dia masuk malam lagi, “libur”, jawabnya. Sekitar jam 10 aku merasa ngantuk, kutanya apakah dia akan pulang atau menginap. Dia kembali menanyakan padaku, mau ditemani atau tidak. Kujawab, “nginep aja, sayang kasur yang sebelah situ gak ditidurin”. Dia melirik kasur, dan mengangguk. Aku memang mendapat kamar dengan dua kasur single. Jadi rasanya agak aneh saat semalam aku tidur sendiri.

Kami sudah asik bergelung di balik selimut masing-masing, dan tanpa memakan waktu lama akupun sudah bisa mendengar dengkurnya yang semakin lama semakin keras. Dua kali aku memencet hidungnya agar terbangun, tapi tak lama dia kembali mendengkur. Aku salah strategi, harusnya aku tidur sebelum dia. Rasa kantuk yang tak tertahan tapi tidak bisa tidur karena suara yang berisik membuatku frustasi. Iri sekali melihatnya tidur pulas sedangkan aku memejamkan mata saja tidak bisa. Sempat aku masuk ke kamar mandi dan berpikir untuk tidur disana, tapi itu hanyalah ide yang buruk. Dan mau tak mau, aku terpaksa terjaga semalaman.

...... bersambung


Selasa, 27 Desember 2016

27 Desember (Part 1)

Beberapa tahun lalu di tanggal yang sama seperti hari ini, aku masih mengingatnya dengan baik dari semenjak aku turun dari pesawat. Tubuh tegap diantara puluhan orang yang sedang menunggu sang terkasih, begitu jugakah kau? Dengan mata samar, entah kenapa kali ini aku dapat melihatnya sangat jelas. Orang disekitarnya tampak hanya seperti semak semrawut. Ajaib.

Di bandara yang tidak mewah, bukan deretan pilar tinggi hanya berupa rumah sederhana yang dijadikan tempat menunggu turun penumpang, aku mendekati mu dengan perlahan. Kusentuh dada bidang yang sangat kurindukan ini, ingin sekali kumendekapnya dan membisikkan aku telah merindukanmu terlalu lama. Sayang hal itu urung kulakukan, di sebelahku ada seorang Ibu yang kebetulan sempat berkenalan di bandara keberangkatan. Aku sempat mengenalkan Ibu tersebut kepadanya., sebelum akhirnya berpamitan. Disaat seperti ini kadang aku mengutuk kelebihanku kenapa mudah sekali akrab dengan orang baru.

 Kulihat dia tersenyum, menatapku dalam dengan mata sayunya. Kuapit lengannya, dengan nada yang kupaksa sedikit riang aku berkata, “jadi kamu mau ajak aku kemana saja selama disini?”. Dia tidak menjawab, hanya menurukan apitan tanganku lalu kemudiam merangkulku. Aku terenyuh saat kulihat dia menyiapkan mobil di parkiran. Kutanya milik siapa, dia mejawab milik bosnya, “kasian kalau kamu naik motor, perjalanan kita akan jauh” begitu katanya. Di perjalanan kami tidak banyak bercerita, dia hanya berkata harus ke rumahnya dahulu, baru mencari penginapan untukku. Tangannya menggemgam erat jemariku, tidak bisa terlepas. Sampai akhirnya kubilang, “bahaya menyetir satu tangan”. Dia menurut, lalu melepaskan.

Hampir 20 menit perjalanan, hingga akhirnya aku sampai di depan rumahnya. Rumah yang lebih pantas dibilang kontrakan petak ini ditinggali oleh dirinya dan 2 orang temannya. “turun.. langsung masuk ke dalam saja, teman-temanku sudah berangkat kerja. Sebentar aku bawakan barang-barangmu”. Aku tidak menurutinya, tapi malah mengekorinya ke bagasi. Dia hanya tertawa dan mengusap kepalaku.

Rumahnya tidak terkunci ternyata, “percuma”katanya. Tidak ada ada barang berharga di dalamnya, Cuma pakaian kotor dan sampah berserakan ala pria bujangan. Dia menempati kamar di pintu kedua di rumah itu. Aku pun masuk dan takjub melihat isi di dalamnya. Kamarnya tidak terlalu banyak barang, tapi cukup tertata apik, khas dirinya yang senang kerapihan. Tapi yang membuatku kaget adalah bagaimana dia menata barang pemberianku secara rapih. “aku menyusunnya seolah aku sedang dibangungkan olehmu setiap pagi”, begitu katanya seperti sedang membaca pikiranku sambil memelukku dari belakang. Aku melepaskan diri untuk mencoba menatapnya, tapi dia justru menghujaniku dengan ciuman.

Di sela ciuman, dia mengatakan “dari jauh aku sudah melihatmu disana tadi, ingin sekali aku berlari dan mendekapmu. Tak tahunya ada orang lain di sebelahmu, kesal sekali rasanya”. Begitupun yang aku rasakan, asal kau tahu.. tapi itu tak kuucapkan.

Menjelang sore, kawan-kawanmu datang. Kau pun mengenalkannya padaku. Kulihat kau bersemangat sekali, jadi kupikir kau benar-benar menikmati kehidupanmu disini. Kau pun memiliki ide untuk makan malam bersama sebagai perayaan kedatanganku. Semua setuju, dan mobil bosmu kembali kau pinjam lagi. Malam itu, selesai makan kita sempat berkeliling daerahmu. Sangat berbeda dengan ibukota, terlalu sepi untuk kota yang sudah ramai katamu. Aku berpikir apa yang biasanya kau lakukan untuk membunuh sepi setiap harinya.

Pukul 9 malam saat itu, kamu mengatakan harus bergegas mencarikanku penginapan. Aku pun mengangguk, karena kutahu sejam lagi kau pun harus masuk kerja untuk shift malam. Aku meminta dirinya mengantarkan ke salah satu hotel yang sempat aku cari sebelum datang kesini. Dia menyanggupi, “tidak jauh dari sini itu, tapi cukup jauh dari rumahku”.

Sampai di hotel aku bergegas check in ditemani olehnya. Kawan-kawannya menunggu di parkiran. Untungnya tanpa booking, hotel ini masih memiliki sisa kamar. Ini merupakan hotel yang paling terkenal disini, mungkin juga paling besar. karena aku tidak melihat pesaing hotel lain sepanjang perjalanan kesini yang semegah hotel tersebut. Penghujung tahun membuat hotel ini full booking kata resepsionisnya. kami beranjak menuju kamar yang akan kuinapi sementara. Kau hanya mengantarkanku masuk ke kamar, “nanti aku telat, jadi tak bisa lama-lama. Besok pagi selesai kerja aku langsung kesini menjemputmu”. Begitu katanya, lalu pergi setelah mengecup keningku.


…… bersambung

G A R I S D E P A N

Oleh Cahaya Jiwa

Seperti seorang tentara garis depan yang harus siap berkorban nyawa, menjadi pemancing musuh serta melindungi barisan di belakangnya. Iya, mungkin itu yang aku pikirkan. Prajurit garis depan, akhirnya aku menamakan keluarga kami.

“Assalamualaikum.. permisi”, kudengar samar dari kamar ada orang di depan rumah. Kutajamkan pendengaran menunggu apakah benar ada yang memanggil. “permisi bu.. ada undangan”. Aku melangkahkan kaki keluar kamar, kudapati ayahku sedang menonton tv. Pura-pura tidak dengar rupanya. “ayah itu diluar ada tamu”, bukan jawaban justru hardikan yang aku terima, “ya sana kamu keluar liat siapa!”. Tak berkomentar, akupun keluar menurutinya.
Ini bukan pertama di keluarga kami ayah melakukan hal ini. Seringnya beliau tidak pernah menyaut bila ada siapapun yang datang ke rumah, sekalipun itu petugas paket. Karena kelakuannya juga akhirnya paket pesanan yang datang harus kuambil ke agen terdekat dengan alasan tidak ada penerima. Agak aneh memang, mengapa kalau ada di rumah Ayah tidak pernah mau menemui siapapun.  Bila kami sedang berkumpul  di ruang tengah pun, dan ada seseorang mengetuk pintu rumah, Ayah mendadak dengan terburu masuk ke kamarnya. Seperti orang yang ketakutan ditagih hutang. Lucu.

Keanehannya tidak berhenti sampai disitu. Ayah tidak hanya segan menemui orang di rumahnya, tapi juga enggan mengangkat telepon rumah. Dari kecil aku dibiasakan untuk berbohong mengatakan Ayah sibuk, Ayah sedang keluar, Ayah sholat, bila ada orang yang ingin berbicara dengannya di telepon. Dan itu berarti mengartikan juga jangan pernah berharap Ayah mau mengangkat bila telepon rumah berdering.

Pernah sekali waktu, Ibu sedang berada di rumah tetangga membantu memasak. Hari itu yang mungkin tidak pernah dilupakan oleh Ibuku. Telepon penting dari Tanteku, yang ingin mengatakan bahwa Kakek dalam kondisi kritis. Tapi tidak diangkat oleh Ayahku yang sedang berada di rumah. 3 jam kemudian saat Ibu sudah kembali ke rumah, telepon kembali berdering dan Ibu yang mengangkat. Telepon di ujung mengatakan, “Bapak  sudah enggak ada mbak..”, itu telepon dari tanteku lagi. Aku ingat muka Ibu ketika menerima telepon itu. Pucat, tanpa suara. Yang terakhir kulihat hanya cucuran air mata, telepon yang terjatuh, dan pukulan membabi buta pada Ayahku.

Ayah memang merasa bersalah, tapi hanya sesaat. Dia berkilah, “sekalipun aku angkat, kita tidak akan bisa mengejar waktu kesana”.  Ibu pun akhirnya berusaha menerima kenyataan, walau aku tahu dalam hati dia mengutuk dirinya sendiri kenapa harus berada diluar rumah saat itu.

Saat ini usiaku beranjak 22 tahun, abangku sudah keluar dari rumah setelaj menikah. Sekarang yang tinggal hanya kami berempat, aku, adikku, Ayah, dan Ibu. Dan kebiasaan itu belum juga usai. Ayah tidak akan pernah mau menemui siapapun di rumah atau mengangkat telepon. Bahkan kebiasaan berbohong tentang Ayahn yang tidak mau menerima telepon ini juga diturunkan pada adikku. Bahkan bisa dibilang, adikku lebih lihai untuk membuat aladan daripadaku. Dan seperti biasa, saat itu kami berkumpul di ruang keluarga sambil menonton tv setelah makan malam.

Tok tok tok. Ada bunyi ketukan di pintu depan, aku ingat kalau pintu depan belum terkunci. Aku, Ibu, dan adikku saling pandang. Kami seperti sudah saling mengkode dalam otak, “siapa yang akan membuka pintu?” begitu kira-kira kalau diartikan. Ayahku? Yaa.. beliau langsung masuk ke kamarnya. Kami menunggu terlebih dahulu ketukan selanjutnya. Tok tok tok. Oh ya.. tamunya masih ada. Memegang kekuasaan sebagai kakak, aku menyuruh adikku untuk melihat. Ia menurut dan segera keluar. Bunyi pintu terbuka, tapi tidak ada suara apapun dari adikku. Mungkin itu temannya kupikir.

Ibu berinisiatif ke dapur membuat minuman karena juga menganggap itu memang teman adikku. Sambil membawa segelas sirup Ibuku pun keluar rumah. Aku sempat mendengar bunyi gemeretak dan garukan di pintu. Karena penasaran aku pun turut keluar ingin melihat ada apa.

Sayang, niatku keluar menjadi malapetaka. Aku melihat orang berpakaian hitam sedang menikam perut Ibuku. Tidak jauh dari Ibuku terjatuh, kulihat adikku sudah tersungkur bersimbah darah. Akupun tercekat, dan ingin segera masuk dan mengunci pintu. Naas, gerakan ku terhambat. Tergelincir oleh genangan air sirup yang tumpah dan akhirnya membuatku terjatuh. Orang itu langsung membekap mulutku dengan tangannya yang berbau anyir darah, membuatku tak sempat lagi berteriak atau memang tidak sanggup berteriak karena terlalu takut. Tapi di tengah ketakutannku, aku masih mencoba melawan dan memukul rusuknya. Orang itu mengaduh, dan tak kusiakan kesempatan berdiri untuk masuk ke dalam rumah. Sial.. pisaunya terlanjur menancap di paha kananku.

Aku sudah tidak sempat menahan pintu menghindari orang itu masuk ke dalam rumah. Yang kutahu aku harus segera memberitahukan Ayah bahwa ada orang jahat yang masuk ke rumah. Pintu kamar kugedor, sempat kulihat Ayah membuka pintu dengan raut muka kesal. Dengan lirih kubilang “selamatkan diri Ayah”. Setelah itu aku merasa lemas dan tak ingat apa-apa lagi. Aku hanya berharap Ayah dapat membela diri, paling tidak Ayah harus hidup. Jangan siakan kami yang telah menjadi prajurit garis depan melindungi Ayah. Kini giliran Ayah yang bertindak.

Senin, 26 Desember 2016

Bikin Paspor di Jakarta? Gampang, Asal..

eitss bener lho ini, secara udah buktiin sendiri. sebenernya dulu pas di kantor pertama udah disuruh bikin, dikasih surat rekomendasi lah biar katanya lebih cepet jadi tapi tetep aja gak bergerak. maklum.. kita mah anaknya lebih suka disuruh keliling kerja indonesia daripada keluar negeri. sampe akhirnya pindah ke kantor-kantor berikutnya, malah jadi ganjel kerjaan lantaran kalo mau ditugasin keluar gagal lantaran gak punya paspor.

nah.. ceritanya akhirnya saya kepentok dan gak bisa nolak lagi buat bikin. tanya ke temen yang pernah bikin secara mandiri sekarang udah bisa bikin paspor online katanya. paspor online ini bukan bearti semua via online terus nanti paspor dikirim gitu kalo udah jadi macem kita belanja online shop. ternyata kita cuma diharuskan ngisi biodata terlebih dahulu aja dan bayar duluan. jadi nanti tinggal antri buat foto dan wawancara aja di imigrasi yang udah kita pilih pas daftar. oia walaupun udah ngelampirin segala syarat kita mesti tetep wajib bawa surat asli persyaratan. cuma pas saya nyoba hampir seminggu buat pendaftaran online, servernya down melulu. kebanyakan yang make kali.. pas isengv tanya petugas di kantor imigrasi malah disuruh daftar jam 2/3 pagi.. lah itu kan ada limit waktu pembayarannya. petugasnya lucu juga ngasih sarannya.

next karena gak bisa daftar online langsung lah dateng ke lokasinya langsung, yaitu imigrasi jakarta timur. btw kalo kamu baru mau bikin paspor sekarang gak harus sesuai wilayah tempat tinggal, bebas dimana aja yang terdekat semau kamu. nanti di kantornya kamu diharuskan ambil formulir biodata, sama surat pernyataan dengan materai. usahakan semua fotokopi surat-surat udah lengkap dan JANGAN DIPOTONG!! kaya ktp, surat nikah, pokoknya yang besarnya gak segede A4 biarin aja di kertas selembar jangan dipotong sesuai ukuran apalagi difotokopi bolak-balik. di imigrasi jaktim ada tukang fotokopi yang udah khatam dalam tugasnya. abis ambil formulir mending langsung antri.. iyah antri, isi formulirnya nanti aja kalo kamu udah dapet duduk antrian. ini serius.. karena sisa waktu 5 menit itu sangat berarti. pelayanan antrian di imigrasi jaktim itu dari senin-jumat, di hari selasa & jumat antrian dimulai dari jam 6 pagi, sedangkan hari lain dimulai jam 8 pagi. sistem antrian tergantung komputer yang ada di pengecekan awal yang otomotis mati di jam 10 pagi teng gak pake basa-basi. mau kamu udah di barisan paling depan kalo si komputer udah mati juga gak bakal ditolerir, paling banter bakal dikasih ucapan terimakasih karena sudah mau menunggu sama petugas. ANTRI LAH SEBELUM JAM 6 PAGI, gak peduli kamu dateng hari apa juga. belajar dari kesalahan saya yang selalu telat 30 menit jadi 4 kali dateng ke imigrasi, padahal harusnya cuma 2 kali. yang pertama kali saya dateng jam 6.30, trus yang kedua jam 6.00 dan harus pulang gigit jari karena gak dapet antrian.

total kita dateng ke imigrasi itu cuma 2 kali.. karena sistem yang mereka gunakan sekarang adalah one stop service. di hari pertama kita masukin berkas, foto, dan wawancara. abis itu pulang dan bayar, 3 hari kemudian dateng lg ke imigrasi buat ambil paspor nya. simpel banget.. gak perlu pake CALO. dan jangan mau pake CALO, percuma banget. kenapa? dari mulai antri aja muka kita udah difoto buat daftar antrian, jadi klo pas di dalem nuat pemeriksaan berkas beda muka sama yang di foto antrian ya wassalam.. kalian harus pulang. paling yang pernah saya lihat pas kemaren itu adalah CALO ANTRIAN. jadi mereka dudukin kursi antrian trus pas si pengguna dateng yaa mereka gantian duduk deh. terserah kalo itu yang mau kalian coba.

antrian untuk dapet antrian, yang duduk itu battle royal pertama kalian
nih biar ada bayangan, itu di antara yang berdiri kan ada yang duduk, nah yang duduk itu yang jadi antrian pertama kita setelah ambil formulir buat nanti ambil antrian yang berdiri (jangan bingung). di balik antrian yang berdiri ada tukang fotokopi buat kamu yang lupa atau kurang syaratnya (ada materai juga). nah sambil nunggu dapet antrian yang diri, pas duduk kalian bisa ngisi deh.. buat cara pengisian ada kok ditempel caranya di meja-meja yang udah disediakan eh tapi bisa lah pasti semuanya gak ngeliat juga. inget antrian pertama itu PENTING. liat juga depan belakang kamu, klo lengah suka ada yang nyelak dan siap-siap di BOOOO sama semua orang. ingetin juga buat lansia dia atas umur 60, ibu hamil, dan anak kecil mereka punya antrian prioritas yang bisa digunakan. kasian kalo harus ikut antrian nguler manual. jadi di imigrasi jaktim ini ada 3 jenis antrian. pertama yang manual dan biasanya nguler ampe kemana-kemana, antrian online, sama prioritas. dipanggilnya 6 orang per antrian secara gantian. adil kok bener.. karena dipantau terus sama petugas. info aja buat pengisian masa berlaku ktp, secara sekarang kan yang digunain ektp berlaku seumur hidup jadi kamu tambahin aja 5 tahun dari tahun terakhir masa berlaku habis kamu. kayak saya kemarin, habis berlaku 2016, saya ganti jadi 2021.

ini cek kelengkapan berkas aja, belum keaslian blaem-blaem. terus difoto buat no antrian di dalem
kalau udah maju, kita antri buat di cek pertama berkasnya sama si bapak itu, dia juga yang misahin si prioritas, online, dan manual. di dalem nanti beda lagi itu antriannya. abis itu di foto deh.. gunanya pas didalem itu kan banyak orang, kalo foto kalian terpampang di layar monitor bearti itu nomer kamu dipanggil buat pengecekan.

ini antrian setelah dapet nomer, ada layar yang nampilin foto dan nama kamu
antrian di dalem itu nyaman, ada tv kabel walopun isinya cuma "just for laugh" doank. ada meja berjejer kan itu tiga buah di sebelah kiri, itu dia meja pengecekan berkas. kalo nama dan foto udah terpampang di monitor kamu langsung maju ke meja itu. proses disini cepet banget. jadi jangan sampe kalian kelewat. disini proses penentuan kamu bisa lanjut atau enggak ke tahap wawancara & foto. gak sedikit yang mesti pulang di tahap ini. tapi yakin aja kalo data kamu asli dan lengkap pasti lolos. kasus yang sering saya lihat kemarin itu adalah beda nama di satu surat dan surat lain. biasanya terjadi sama yang namanya pake ejaan lama. kalau kayak gini, mending kamu siapin surat PB1 alias pernyataan dari kelurahan dan tentuin nama mana yang mau dipake. biasanya nama akan  mengacu pada akte kelahiran/ ijazah/ surat nikah.

meja wawanvara dan foto nya ada banyak banget

perhatikan terus monitor dan nomer antrian kamu

ruang bermain anak
lanjut deh ke lantai 2 setelai berkas aman. ditahap terakhir ini yaitu wawancara dan foto gak akan makan waktu sampe 10 menit. perhatikan terus layar antrian. saya sempat kelewat 1 orang dan langsung diminta ke customer service karena dianggap lalai. serem banget.. tapi untungnya pas tanya petugas yang terlihat seumuran saya, dia mau ngelayanin. dan jangan sedih, di tahap ini bukan bearti kita langsung lolos, ternyata ada juga yang gigit jari. alasannya, mau jalan-jalan tapi gak punya penghasilan/ pekerjaa padahal udah dewasa jadi petugas pun ragu. oia, menurut saya diantara tahapan petugas, di tahap terakhir ini petugasnya yang paling kurang ramah. kurang tahu kenapa.. mereka tidak welcome dalam mejawab pertanyaan malah terkesan acuh. mungkin lelah.. iyah mungkin. setelah wawancara yang sifatnya lebih umum seperti alesan bikin paspor, pekerjaan, dll. kitalangsung foto, sempet bete juga, fotonya gak pake aba-aba. baru duduk, petugas cuma bilang agak dengak mukanya yah, baru ikutin yang disuruh tau-tau dia udah bilang "oke sudah" bengong lah ya kita... harapan di hati cuma moga muka kita gak ancur-ancur banget. abis itu pulang deh.. disuruh bayar ke teller karena butuh tanda bukti, soalnya kalo atm takutnya gak bisa ngeluarin bukti bayar (abis kertas). dan 3 hari dari hari pembayaran disuruh dateng lagi buat ambil.

ruang buat ambil paspor
3 hari setelah bayar saya dateng lagi ke imigrasi buat ngambil. 3 hari diluar sabtu minggu yah. misal kamu bayar hari jumat, dihitungnya senin, selasa, rabu, jadi kamis baru ke imigrasi. ruangan buat ambil itu beda, jadi kamu gak usah ikutan antrian nguler yang di depan itu, langsung masuk aja. lagian jam pengambilannya juga beda sama antrian diluar. buat ambil paspor antrian dilayani dari jam 10 pagi sampai jam 15.00. pas kalian masuk ruangan ini langsung tusukin aja bukti pembayaran ke paku panjang yang ada di meja, posisinya di tempat bapak berjaket merah itu. jangan sampe kena barcode nya yah pas nusuk, nanti akan ada petugas yang ngambil terus di bawa masuk. di tahap ini juga cepet kok, ada 3 loket yang beroperasi langsung. tunggu aja nama kamu dipanggil. kalau valid pasti ada.. tapi kemarin ada sedikit kasus seorang ibu. kalau sebelumnya kamu pernah punya paspor dan udah mati kamu jangan bikin baru, karena pasti ke detect dan paspor baru kamu gak akan keluar mending perpanjang aja. Soalnya kalau terlanjur bikin uang yang kamu udah bayarin bakal angus gitu aja, karena itu langsung masuk kas negara. sekedar info kalau memang kamu bikin paspor sekeluarga dan gak bisa ikut ngambil, minta ktp asli atau surat pernyataan yah pas ngewakilin. khusus anak kecil, mereka harus ikut.. gak bisa diwakilin.

udah kok gitu aja prosesnya, yang penting kalau kalian mau bikin paspor surat-surat dilengkapin dulu, sama DATANG PAGI. buat tipe not morning person kaya saya aja bisa masa kamu enggak. biaya bikin paspor 355 per orang. ikutin prosedur yang ada, insha allah lancar sentosa. bikin paspor sekarang gak susah... dan so far saya terbantu dengan petugas-petugas yang ada. salut buat mereka, segala keribetan birokrasi yang pernah diceritain terbukti sekarang udah gak ada, bebas pungli pokoknya. paling sekedar masukan (tadinya mau nulis di kolom saran web mereka tapi mau masuk web nya aja susah) itu servernya dibetulin kenapa.. penggunanya banyak harus lebih ditingkatin kualitasnya. terus percuma cantumin nomer customer online kalau gak pernah bisa dihubungin. Better kalau kalian punya pertanyaan, layangnya aja lewat twitter mereka di @humasimigrasi adminnya cukup responsif paling agak sabar aja nunggu dijawab karna pasti admin ngelayanin ratusan pertanyaan. eh iya khusus imigrasi jakarta barat, mereka buka juga kalau sore, kalau gak salah jam 4 sore sampai jam 7 malam. selamat mencoba!

Minggu, 04 Desember 2016

Niat nolong malah ketabrak

Ahahaha ini aseli lucu plus ngeringis jg sih tiap diinget. Mumpung masih seger bgt kejadian tadi sore tuangin aja ke blog. Mana tau kan klo someday bete baca postingan ini lg jadi nyengir.

Jadi tadi sore gw pergi ke cibubur junction buat beli kebutuhan sehari-hari. Dari rumah gw jalan pake gojek dan turun di seberang cibujang (re: singkatan cibubur junction). Pas gw mau nyebrang ada angkot t.16 yg nutupin zebra cross, berhubung satpam yg biasa nyebrangin gak ada dan jalanan disitu kendaraannya gak ada yg pelan gw berniat nunggu ampe tuh angkot jalan. Trus ujuk2 ada nenek yg deketin gw blg "angkot ngalangin aja, ibu mau nyebrang nih". Reflek gw blg "bareng bu sama saya". Dan berhubung angkot itu gak jalan2 alias ngetem, gw lewatin lah.

Dominan pas nyebrang, klo mobil yg lagi kenceng pasti berenti. Si nenek nyebrang nempel gw di sebelah, mendekati 2-3 meter sampe sebrang gw berasa si nenek ilang alias gak disebelah gw. Gw yg takut si nenek ketinggalan pun nengok kanan, dan tiba2 badan gw berasa kepental dan langsung ketidur di jalanan. Gw KESEREMPET MOTOR. Untungnya mobil pas gw diri tadi masih berenti, dan si nenek jg ada. Disitu gw baru sadar ada bbrp org jg yg ikut nyebrang di belakang gw.

Seperti orang indonesia pada umumnya, no one yg bantuin gw dan kebanyakan malah klakson karena mungkin ngerasa perjalanan mereka kehambat. Si motor yg nyerempet udh kabur. Dan yg lebih ngeselin adalah omongan si nenek yg deketin gw abis gw nyoba berdiri trus bilang "kamu kok meleng sih.. malah nengok kanan, ketabrak kan kamu" dan beliau ngeloyor pergi, tapi sempet bilang jg sih "itu kacamata kamu jatuh nanti kelindes".

Amazing yah si nenek..

Gw cuma ngerasa nyeri di pinggang awalnya tapi gw paksa jalan masuk mal. Ada seorang ibu yg gendong anak (dan kayanya barengan nyebrang) pas udh masuk pintu mal nanya keadaan gw dan dy ngomel kenapa motor nya (yg nyerempet gw) gak berenti.

Okehh paling gak ibu ini satu pikiran sama gw. SO.... BUAT SEMUA PENGENDARA TERUTAMA MOTOR YANG GAK SABARAN, KALAU KENDARAAN DEPAN KALIAN ITU BERHENTI ITU PASTI ADA SESUATU YAH. JADI ALANGKAH BAIKNYA KALAU KALIAN JUGA IKUT BERHENTI, BUKAN MALAH NYALIP KENDARAAN DI DEPAN DENGAN KECEPATAN YANG TINGGI PULA.

Abis itu gw tetep lanjut belanja, selama belanja gw masih sempet say "thanks GOD" untung td gw pake jeans dan jaket bukan pake seragam kebesaran gw celana pendek dan kaos. Karna klo enggak pasti lukanya bakal lebih parah.

Di rumah gw akhirnya ngecek bagian2 badan yg terasa makin nyeri. Kaki kanan bagian leg luar agak lebam, pantat kiri kram, pinggang kram, siku kiri lecet (ketolong jaket yg sobek), siku kanan cuma nyeri. Okeh aman.. masih bisa ditutupin dari org rumah. Gw gak mau bokap rewel soal beginian. Keinget aja jaman gw jatoh dr motor dan nutupin kaki gw yg menyenyeh bbrp minggu dan fix dr situ gw gak bole bawa motor lg. Ya kali klo ini ketauan gw jg gak boleh ke cibujang lg.. hahaha.

Sekali lg deh gw ingetin buat yg baca blog ini.. pliss ketika kalian berkendara pikirkan pengguna jalan lainnya. Terutama motor yg mentang2 bisa nyelip kadang suka makan jatah pejalan kaki macem di trotoar. Jalan kan punya sesama (macam sesame street). Semua juga punya kepentingan, tapi alangkah baiknya kalau saling menghormati sesama pengguna dan taat pada peraturan. Peraturan dibuat biar semua tertib dan sesuai ranahnya, bukan buat mepersulit kita kok (peraturan lalu lintas yaa.. klo peraturan lain masih ada yg mempersulit menurut gw :p).

Eh iya gw gak kapok kok nemenin lansia nyebrang.. ciyus. Cuma moga aja gak ketemu lg sama nenek yg modelan begitu.. hehe.

Minggu, 20 November 2016

Transjakarta berbenah!

Yang pengguna transjakarta coba ngacung?!! Sayaa... Sayaa..

Transjakarta atau yang orang sering bilang busway ini (padahal kan itu sebutan buat jalurnya yah) ternyata membuktikan kalau mereka bisa jadi alternatif transportasi yang baik, nyaman, efisien, dan pendukung pengurai kemacetan. Siapa yang gak setuju? Pasti gak tiap hari deh naik si TJ (disingkat) ini.

Terutama dengan campur tangan gubernur dan menteri dan dishub, TJ sekarang makin banyak trayek jalur yang memudahkan. Berbenah yang paling saya rasain nih yaaa..

Dulu, kalau lewat jam 6 pagi di PGC jurusan grogol bakal amsyong telat buat suting pagi. Tapi kalo dateng sebelum jam segitu laki perempuan bakal nunjukin keahliannya adu silat badan mulut yang seringnya menghasilnya ada yg jatoh, kegencet, sepatu jatoh ke bawah, makian, dll. Tapi skrg semakin byk armada bis, 5-10 sekali bakal siap antar kita ke tujuan (minimal adu fisik itu berkurang).

Bicara armada, TJ juga sekarang ngeluarin versi kopaja bangkunya, terus ada yg khusus perempuan dengan bus warna pink nya itu (yang cowok jangan sirik) hehe. Walopun menurut saya, sekalipun lebih aman.. resiko "plis aku mau duduk" semakin kecil dalam kondisi penuh. Maaf yaa.. kita perempuan ini makhluk egois yg kalo udh capek senggol bacok. Jd biasanya kalo saya lg capek bgt dan butuh duduk mending nunggu yang campur aja ato yg sepian drpd ngarep kebaikan hati yg belum tentu (curhat).

Nah terus.. si TJ ini kan pengoperasiannya skrg pake e ticket gitu yaa.. masuk sama keluar kudu wajib pake ticket. Dan ticket nya juga ramah buat semua transportasi (ex: pake fl***) bisa buat kereta juga. Jd satu kartu berbagai macam kegunaan (kece laa).

Terus di tiap shelter ada papan monitor kedatangan armada, jd kita bisa ada perkiraan berapa lama lagi bis bakal datang.

Dan yang terakhir.. makin byk koridor tambahan yang dibuka.
Sejauh ini yg pernah saya coba dan saya tahu adalah :
Kp. rambutan - lebak bulus
Poris - bekasi timur
grogol - tugas
pinang ranti - bunderan senayan
St. Palmerah - Tosari
Harmoni - bekasi barat
Uki - cibubur

Dan dari sekian koridor itu paling sedih sama keadaan bis rambutan-lebak bulus.. bukan sedih sama trayeknya tapi sama keadaan bisnya yang beda bgt kalo diliat sama trayek yg lain. Boleh sih pake bis bekas tapi yang masih terawat kali yah, jangan yang kotor dindingnya, berkarat tapi ditiban cat tp masih keliatan bekasnya dan kondisi pintu yg kaya mau copot dan bunyi2.

Tapi overall saya cukup bangga dengan perubahan yang ada, pengembangan sdm yang ramah dan tanggap terhadap bangku priotas serta trayek saya acungi jempol. Tinggal diperbanyak lagi buat armada di koridor yang baru dan buat kalian yang masi demen macet2an pake kendaraan pribadi mending cobain deh sesekali tes pake TJ. LEBIH MURAH DAN GAK CAPEK KAKI. Apalagi kalo pihak kepolisian lebih tegas dalam membantu mensterilkan jalur busway, termasuk "tim lain" juga lhoo yang masih sering saya liat menggunakan jalur busway untuk kepentingan pribadi. Alangkah baiknya tidak ada kebal hukum termasuk dengan pihak yang menjaga jalur juga. Hukum kita itu kan berlaku untuk semuanya toh.

Sukses untuk jakarta yang bebas macet!!

Just info.. buat pengguna TJ baru dan belum apal koridor2 yg ada, kalian bisa download aplikasi komutta di app store. Aplikasi ini lumayan berguna dan free.

Kuliner cirebon

Ihiww seneng bgt diundang nikahan temen kantor ke daerahnya yaitu CIREBON!! Nikahannya kebetulan dilaksanain pas hari minggu, tapi gw sama anak kantor sepakat buat jalan sabtu pagi karena bawa kendaraan pribadi dan niat mau jalan2 disana abis acara. Dan jadilah kita kesana berempat. Start jalan pas jam11 siang.. sempet dicengin bakal macet segala macem tapi temen2 gw santai aja nanggepinnya, toh kita kan gak ngejar waktu. Dan kurang lebih 4 jam perjalanan kita tempuh (sebenernya) kalo gak kebanyakan melipir rest area dan ragu buat keluar tol.. hahaha
Sampe cirebon kita lgsg check in hotel yg emang udah disiapin jauh hari sama yg punya acara. Bersih2 dan leyeh2 nikmatin malem minggu yg hujan lumayan deres kala itu. Trus si calon manten hubungin kita buat ajak makan malem. Asekkk.. mana ada yg nolak kalo diajak kulineran khas cirebon sih. Abis magrib kita langsung standby di lobby nunggu doi.
Hujan masih deres mengguyur pas kita keluar hotel, tapi si calon manten meneguhkan hati buat cabut toh kita naik mobil ini. Dan malam ini kita nyobain 2 kuliner.

1. Nasi Jamblang Bu Nur
Tujuan pertama semua sepakat makanan berat. Jadilah kita mampir makan nasi jamblang. Banyak banget ragam nya kalo nasi jamblang ini. Nah pas nyoba sih karena baru pertama gak tau ya masuk kategori enak atau enak banget. Tapi lumayan rame sih pas dateng kesini (lupa foto2 maaf sibuk sama tampias air hujan yg kena ke meja makan). Ini lokasinya di pinggir jalan besar klo dr arah dtg kita keluar tol itu sebelum hotel luxton cirebon.
Buat rasa, nasi yang dibungkus daun jati ini cukup gurih. Dan enaknya hangat pas disajiin. Buat lauk sebenernya mirip kaya makan nasi rames gitu ya ternyata.. segala macem lauk dr goreng2, tumis, botok dan semur. Harganya berkisar dari 3000an cuma buat persisnya gak tau juga deh. Pokoknya abis kita minta nasi mau berapa bungkus kita, abis itu bebas deh mau ambil lauk apa dan lgsg bayar ke kasir. Pas kmrn gw coba satu bungkus nasi sama 2 potong kecil hati bumbu rendang, tumis sayur labu, sama telor balado itu totalnya 28rb (belum sama minum). Buat gw sih mahal yah.. hehe. Eh tapi tetep karna ini kuliner khas daerah gak ada salahnya dicoba, menurut temen sih ada lg yg lebih enak yaitu nasi jamblang ibad otoy di daerah jl.ciptomangunkusumo.

2. Sate Kalong Bpk. Karyadi
Jangan ketipu sama namanya, ini buka sate yang terbuat dari sate kalong/ kelelawar yah. Ini murni daging sapi. Ada 2 rasa sate yang disajikan, gurih atau manis. Bisa dipilih salah satu atau dicampur. Yang gurih jenis yang digunakan lebih ke kikil, sedangkan yang manis dibuat dari daging tipis mirip dendeng (saking tipisnya sampe mikir gimana cara si pedagang motongnya). Keduanya disajikan dengan bumbu kacang.
Seporsi makanan ini harganya standar sate jakarta, 20rb/10 tusuk. bebas mau si gurih/ manis aja atau campur. Pas nyoba makanan ini udah malem banget sekitar jam10 an. Jadi lumayan agak susah nyarinya. Tapi kamu bisa temuin ini di jl. Lemah wunguk. Tempatnya emang bukanya malem habis isya gitu karena adanya di depan toko orang, jd harus tunggu tutup dulu. Makan disini harus siap duduk lesehan. Kurang lebih gw tampilin penampakan warung dan satenya di bawah yaa



3. Empal gentong H. Apud
Dan ceritanyaaa setelah acara akad nikah di pagi hari selesai kita masih punya beberapa jam sebelum ke acara resepsi. Berhubung perut udah gak santai bunyinya kita berniat cabut dari lokasi akad secepetnya buat cari sarapan. Browsing mbah google yg spesial lagi disini adalah empal gentong. Dan kebetulan salah satu temen pernah nyobain empal yg enak pas liputan ke daerah sini. Langsung cabut ke lokasi... Namanya empal gentong H. Apud dan rame aja gitu pas disana. Pdhl baru jam 11 tp meja yang ada hampir penuh.
Disini menunya ada empal gentong, empal asem, dan sate kambing muda. Bedanya empal asem sama empal gentong cuma di kuah aja. Klo gentong kuah santan, empak asem bening. Kita sepakat nyoba empal gentong dan sate muda. Seporsi empal gentong itu 22rb belum sama nasi, kalo sate hampir 40rb klo gak salah. Rasanya enakkk.. mau dimakan pake nasi atau enggak juga manteb. Terus kuah yg masi sisa bisa dicocol pake kerupuk putih. Mantab!! Kali ini gak bilang mahal deh.. soalnya dagingnya banyak dan beneran daging bukan campur jeroan atau gajih2 gak jelas gitu.


Itu dia 3 kuliner yang berhasil dicobain pas di cirebon dalam waktu sehari semalam. Masih banyak sih yang bisa dicobain, ada docang, terus bubur sop sama apalagi gitu. Sayang aja belum sempet nyobain. Nanti bolehlah kesana lagi mana tau dapet liputan kesana.. haha (modal gratisan) jd kan bisa kasih rekomen ke kalian juga.