Kamis, 17 Mei 2018

Sepucuk surat dalam dompetku


Aku menemukan kepingan tentang dirimu.
Di sela kecil dompetku,
Yang kembali membuatku mengingatmu.
Ku baca perlahan rangkaian kata yang kau buat,
Kuresapi per kata hingga seolah aku bisa menghapalnya di luar kepala.
Kau yang berkata akan selalu ada di sampingku, walau raga tak lagi bersamaku.
Kau yang selalu ingin membahagiakanku, walau nanti ada orang lain disampingku.
Kau yang mendoakan selalu, tanpa perlu aku tahu perasaanmu.
Untuk kau yang mengirimiku surat,
Entah apa yang membuatku masih menyimpan nya.
Apakah aku masih percaya akan kata-kata yang kau tulis?
Hingga akhirnya aku hanya bisa meringis.
Aneh nya butiran air mata masih saja menetes saat ku membacanya.
Membayangkan semua kata darimu akan berubah jadi nyata.
Khayalku kembali,
Kuusap air mata lalu melipat suratmu kembali.
Kusimpan lagi di sela dompetku, tempat yang sama saat ku menemukannya.

- di bulan puasa hari kedua, lagi beresin isi dompet -

Tipe-tipe penumpang angkutan umum


Tipe penumpang angkutan umum yang mesti kalian tahu
Duduk di bangku prioritas padahal bukan ibu hamil ataupun lansia, tapi pas diminta duduknya buat yang prioritas malah misuh-misuh. Kalau kalian sering naik angkutan umum pasti pernah ngeliat penumpang model begini. Tapi ternyata masih banyak lho jenis penumpang lain yang bisa kita temukan dan kadang bikin senyum sendiri atau geleng-geleng kepala.

1.       Penumpang tidur
Biasanya berciri pake jaket tebal, untuk menghangatkan diri dari terpaan ac yang kadang dinginnya gak santai. Dan pakai masker operasi. Model penumpang ini pas baru naik dan dapat duduk langsung nyari posisi ternyaman. Kadang benar tidur, kadang hanya pura-pura tidur, terutama kalau lagi berenti di shelter.

2.       Penumpang sibuk dengan gadget
Model yang ini ketika masuk angkutan gak akan lepas dari handphone. Dia akan terus menatap layarnya. Yang dilakukan bisa apa saja, chatting, main game, atau nonton film. Biasanya mereka juga tidak perduli mau dapat duduk atau berdiri. Buat mereka, handphone mereka bisa menjadi hiburan terbaik disaat berdesakan dalam angkutan.

3.       Penumpang bergerombol
Sekali masuk angkutan mereka akan terdiri dari beberapa orang. Bisa satu geng, sekomunitas, dll. Mereka cenderung akan asik sendiri dan tidak jarang akan berbicara dengan suara yang cukup lantang tanpa perduli pembicaraan mereka didengar orang lain atau justru malah mengganggu kenyamanan dalam berkendara.

4.       Penumpang pecinta music
Kalau model penumpang yang ini, usahakan jangan bertanya atau mencoba mengajak ngobrol mereka. Telinga mereka biasanya sudah dijejali earphone atau headphone. Dan seringnya, volume suaranya terlampau keras hingga penumpang disebelahnya bisa mendengar. Jangan kaget bila melihat mereka kadang bergoyang juga Karena terlampau menikmati alunan lagu yang didengar.

5.       Penumpang prioritas
Saat sulit mendapat duduk disaat jam sibuk angkutan, penumpang cenderung menduduki bangku manapun yang kosong. Tapi resiko menduduki bangku prioritas harus membuat kita sadar diri juga siapa yang berhak menggunakannya. Jangan Karena tidak mau berdiri jadi mengabaikan lansia, ibu hamil, ataupun orang sakit yang jelas lebih butuh bangku prioritas. Jadi sebagai penumpang yang tidak masuk 3 kategori itu harus sigap memberikan bangku prioritas tanpa diminta. Gak mau kan muka kita jadi viral di media social Karena tidak mau saat diminta memberikan bangku prioritas.

6.       Penumpang dekat pintu
Hehe kalau ini model penumpang yang sebenarnya lokasi dia turun masih jauh, tapi dia tidak mau masuk lebih ke dalam disaat dalam angkutan padat penumpang. Biasanya alasannya sepele, Karena takut susah melewati penumpang lain saat mau turun. Tapi sayangnya kalau penumpang lain tidak sengaja mendorong Karena terhalang jalan olehnya saat ingin keluar, penumpang model ini tidak terima.

7.       Penumpang dunia milik berdua
Waahh kalau model yang begini paling bikin greget kayaknya. Biasanya dilakukan oleh pasangan yang dimabuk asmara. Mereka bisa dengan santainya mengumbar kemesraan tanpa perduli sedang berada di ruang public. Bisa jadi ada juga anak kecil yang melihat mereka. Tidak jarang sekalipun ditegur, penumpang model ini tidak bergeming. Mungkin sudah mental tembok.

8.       Penumpang dalam kesempitan
Entah ya, apakah model ini pantas disebut penumpang. Namanya juga dalam kesempitan, penumpang model ini biasanya hanya memanfaatkan keramaian dan kelengahan dari penumpang sekitarnya. Bisa jadi pencopet, ataupun predator pelecehan. Modus yang mereka lakukan pun berbagai macam, dan semakin membuat kita geleng-geleng kepala dibuatnya.
Nah, itu dia beberapa model penumpang yang mungkin kalian juga pernah menemukan atau malah jangan-jangan kalian sendiri termasuk salah satunya?? Hehe.. moda angkutan umum kita memang semakin baik dan dibuat senyaman mungkin untuk penumpang, tapi jangan sampai kenyamanan kita jadi melupakan hak-hak penumpang lain. Bila memang kita membutuhkan duduk saat berdiri, sampaikan saja. Biasanya memang orang kita jarang yakin memberikan duduk bila tidak melihat fisik (maksudnya anggota badan yang diperban atau muntah di depannya langsung). Dan cobalah meminta di bangku prioritas lebih dahulu disaat kamu membutuhkan duduk. Tapi jangan disalah buat yah.

Tragedi Mei 1998 di benak saya

Tidak banyak hal yang bisa saya ingat ketika tragedi 1998 terjadi, yang saya ingat saat itu saya yang baru menginjak kelas 4 SD. Terbangun dari tidur siang setelah adzan ashar karena mendadak di depan rumah suara sangat ramai.

Bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak tanggung berlarian seperti akan  mengunjungi suatu pertunjukan. Bahkan beberapa yang terlihat bisa saya kenali kalau itu tetangga dan teman sepermainan saya. Ibu saya melarang melangkahkan kaki keluar rumah, jadi saya hanya melihat mereka dari dalam pagar rumah.

Tidak lama seorang tetangga dengan anaknya yang sepantaran abang saya (sekitar 3 tahun diatas saya umurnya) membawa plastik dengan isi makanan kaleng dan potongan mentega juga selai sekali pakai. "Ini buat kamu, kalau mau lagi tunggu disini nanti saya ambilkan", kata anaknya sambil kembali berlari ke arah dia datang.

Saya semakin penasaran ketika melihat seseorang mendorong troli supermarket penuh dengan makanan dan cemilan. "Jangan-jangan ada yang bagi-bagi makanan gratis", pikir saya saat itu. Ketika saya melihat abangku diluar bersama teman lainnya naik sepeda, reflek saya beranikan diri keluar mengejarnya.

Di ujung jalan perhentian menuju jalan besar, abang saya berhenti bersama teman-temannya. Saya mendekatinya. Disitu ternyata gerombolan orang lebih ramai lagi. Bahkan bukan hanya orang membawa makanan, tapi barang elektronik juga. Dari yang saya dengar swalayan deket rumah dijarah, tanpa saya tau apa artinya. Plastik pemberian tetanggaku masih kupegang, abang ku melihat isinya dan dia tertawa. "Buat apa makanan kucing? Adek mau makan emang?", "Itu dikasih tadi", kujawab. Dan tidak lama anak si pemberi plastik datang.

"Lo ngapain ngambil makanan kucing?", Kata abang saya. "Emang iya? Bukannya kornet? Gw asal ambil aja abis di dalam toko gelap banget, udah gitu banyak pecahan beling. Dari botol-botol yang pada jatoh kali", terang si anak tetangga itu.

Saya membayangkan seperti apa kondisi swalayan yang biasa saya datangi bersama ayah saya untuk belanja bulanan itu sekarang. Swalayan G*L**L, merupakan salah satu swalayan besar tanpa pesaing saat itu. Yang terang benderang, dengan kaca-kaca besar yang terlihat megah dari luar. Yang biasanya setelah belanja, ayah akan mengajak saya makanan di resto ayam cepat saji di sebelahnya yang saya tahu ketika sudah besar ternyata masih satu perusahaan.

Ibu si anak sudah kembali lagi untuk menjemput anaknya. Saya dan abang masih menonton orang-orang yang sibuk sendiri. Teman abang mengajak untuk ikut 'menjarah', istilah baru yang saya dengar hari itu. Abang menyuruh saya pulang, tapi tepat sesaat abang saya akan pergi, ibu saya datang menyuruh pulang. Abang dimarahin karena menyangka sudah mengajak saya. Kami lalu pulang, dan saya hanya bisa mencuri dengar suara sari luar yang terus ramai hingga magrib menjelang.

Setelah kejadian itu, di hari-hari berikutnya saya dan abang saya lebih sering di rumah, melihat perkembangan kota lewat tv. sekolah diliburkan. bahkan Bapak saya pun seringkali pulang cepat, dan sebagai anak kecil saya hanya bisa menikmati kesenangan bahwa keluarganya bisa kumpul lengkap.

Hanya itu ingatan singkat saya tentang kejadian 1998 saat itu. Tanpa saya sadari saya sudah menjadi bagian suatu cerita kelam yang pernah terjadi di jakarta. dan di beberapa pelosok daerah juga terjadi kerusuhan kabarnya. Sampai akhirnya saya mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi di tahun dan bulan itu saat saya kuliah. Mencoba memilah yang salah dan benar, yang fakta dan kebohongan. Bahkan semakin ditelusuri, ternyata kejadian Mei 1998 ini merupakan awal dari rentetan sejarah yang semakin membuat saya penasaran. Sayangnya sejarah kelam ini tidak ada titik terang. Semua hanya dianggap cerita bohong. Pemerkosaan terhadap wanita-wanita Tionghoa, penembakan mahasiswa dengan peluru tajam, penculikan para aktivis yang tidak tahu rimbanya sampai saat ini.

Cuma gundukan tanah sebagai memoar pengingat di TPU Pondok Ranggon saja yang mungkin bisa dilihat oleh generasi sekarang. Atau kelas di kampus Atmajaya dan monumen Trisakti yang didedikasikan untuk mereka yang gugur. Dari kejadian ini juga menjadi pencetus adanya Aksi Kamisan yang digelar setiap Kamis di depan istana negara untk meminta pengusutan para aktivis yang hilang dan tak pernah pulang. Dengan payung hitam dan baju hitam yang sudah menjadi ciri khas aksi ini. 

Memang saat ini terjadi saya belum lah mengerti apapun, bahkan sampai sudah 20 tahun terlewat justru semakin banyak tanda tanya yang ada di kepala saya. siapa yang harus bertanggung jwab? siapa saja yang berperan serta? apa saja yang sebenarnya terjadi? lalu hal apa yang telah dilakukan para aktivis yang selamat sekarang ini? semakin saya mencoba mencari tahu rasanya hal-hal semakin terasa absurd. politik aku benci. sejarah diputar balik. tidak ada yang bisa dipercaya.

Jumat, 27 April 2018

Engkau telah memudar

Aku tidak pernah lagi memimpikanmu
Tidak lagi juga melihat foto-foto dirimu
Bahkan menyebut nama mu saja rasanya sudah lama tidak

Apakah tanda aku mulai menemukan bahagia baru?
Menikmati hidup yang sempat aku tinggalkan

Tidak ada lagi isak di sudut ruang
Tidak lagi ada air mata yang menetes
Tidak ada lagi rasa mencekat di dada saat namamu kudengar

Mungkinkah kenangan tentangmu telah memudar?
Apa aku sudah berhasil melupakan?
Ini bukan perasaan terpaksa yang ku buat agar tidak ingat
Tetapi semua terjadi begitu alaminya sampai akupun tidak sadar

Kalau orang lain tidak mengingatkan, mungkin akupun tidak akan bisa menulis ini

Seandainya aku adalah dirimu, rasanya pasti sedih sekali
Menghilang dari pikiran seseorang dan tidak lagi menjadi bagian di hidupnya
Apa yang akan tertinggal pada manusia tentang kita saat telah tiada?
Kenangan..

Tapi kini orang yang mengingat semakin sedikit
Tidak ada kenangan walau sekedar sesuatu yang menyakitkan
Pasti pahit

Selasa, 31 Oktober 2017

Kata Puitis Yang Kau Mau

Untuk kamu yang tenggelam dalam rangkaian kata tak bertuan

Potongan huruf yang menjalin dengan arti yang sukar diartikan

Sayang.. aku bukan orang seperti itu
Yang mampu membuai dengan keindahan buah pikiran

Aku hanyalah seseorang yang memberikan kalimat seadanya untuk apa yang dirasa

Tak ada keindahan, apalagi frasa mematikan yang membuatmu hilang akal

Hanya kemampuan mengucap yang ada di pikiran tanpa imbuhan atau metafora penghias dunia

Aku memang se apa adanya itu, entah kalau memang kau mau atau tidak, hanya itu yang aku ingin engkau tau dariku

Rabu, 11 Oktober 2017

Pahlawan Kecil yang penakut

Gw bermimpi tentang seorang teman. Teman yang membuat gw langsung ngambil handphone buat liat fotonya pas gw terbangun.

Di mimpi itu gw bermimpi teman gw ini lg foto prewed di depan kapal laut perang dengan baju couple. Alhasil gw jadi senyam senyum sendiri pas bangun, dan meng-AMIN kan semoga segera terjadi. Karena yang gw tau, teman gw ini emang mau cepet nikah.

Abis gw nemu foto dia di handphone, pikiran gw langsung melayang teringat suatu hal. Kejadian yang membuat gw kaget, lucu, dan gak bisa ngelupain serta tau sifat asli dia. Si penakut yang pemberani, tapi di mata gw dia mendadak jadi pahlawan kecil.. saat itu.

Jadi teman gw ini penakut dalam hal ghaib, tapi songong setengah mati. Semisal suka nakut-nakutin orang lain, baca cerita serem, nonton film serem, dan kalo di tempat baru suka nantang-nantangin minta diliatin penunggu situ. Yang paling nyebelin dia hobi nanyain ke gw tentang keberadaan benda ghaib atau hal klenik lain (karna tau gw bisa ngerasain hal kaya gitu).

Tapi yang paling ngebekas di gw, sepenakutnya dia ternyata dia gak ninggalin gw sendirian disaat gw gak bisa handle diri gw pas nemu benda ghaib di kantor. Jadi gini ceritanya...

Di kantor gw itu ada ruangan tempat gw sama anak-anak nongkrong, tidur, nginep, udah lumayan lengkap itu ruangan macem kos-kosan. Nah kebetulan ruangan ini adanya di basement, bekas parkiran yang dijadiin ruangan baru. Jadi maklum kalo suasana horor dan banyak yang nunggu. Dan gw udah cukup kenal sama 'orang lama' yang ada disana. (Demm pas nulis gw langsung berasa 'kehadirannya').

Satu hari itu, gw, dan dua temen gw asik ngobrol, nongkrong (salah satu temen gw itu ya si pahlawan kecil). Sampe kita lupa waktu, masih cukup siang sekitar jam8 malem. Tapi kalo di kantor gw, jam segitu udah jaminan sepi, gak ada orang, dan suasanan lembab bekas ruangan lama makin santer. Beberapa hari sebelum gw nongkrong, gw udah warning ke anak-anak ruangan buat gak main dulu ke situ. Ada 'orang baru' gak tau darimana, dan ternyata ada beberapa temen gw juga ngerasa gak enak tiap disitu terutama kalo sendirian. Cuma sehari sebelum kejadian hawa ruangan udah netral lagi, jadilah kita nongkrong disitu lagi.

Pas jam 8 malam itu, gw berniat cabut pulang dan sebelumnya ke belakang ruangan yang kita jadiin mushola (tapi lupa buat ngapain waktu itu). Baru mau ke belakang gw liat 'benda itu' gede, jagoan, beringas.. fix gw gak bisa pura-pura cool. Tapi berhubung yang bisa liat cuma gw dan gw gak mau itu 'benda' rusuh, gw berbalik dengan tetep diem di tempat sambil ngomong pelan ke kedua temen gw "gengs.. cabut yuk, suasanannya gak asik dan gw gak bisa handle.. jagoan ini". 2 temen gw yang lagi duduk di meja ngopi berjarak 2 meter dari gw berdiri saling liat-liatan. Mereka udah paham deh kalo gw ngomong gitu. Satu temen gw langsung ambil tas dan diri deket pintu keluar dn meyakinkan ke gw apa bakal baik-baik aja dan gak akan ngikut 'orang baru' ini. Dan si pahlawan kecil mendadak deketin gw terus teriak, "jangan ganggu lintang, PERGI!! PERGI!! Udah punya alam masing-masing, gak boleh ganggu!!" Dia ngomong sambil nunjuk-nunjuk arah berlawanan dari gw, dan reflek gw bilang "posisi lw ngomong salah, 'bendanya' ada di belakang gw ini" dan si pahlawan kecil ini berubah arah sesuai posisi yang gw tunjuk sambil sumpah serapah lagi.

Jujur aja, gw panik sebenernya karena si 'benda' jadi ngeluarin kaya api biru macam rubah ekor sembilan, cuma gw gak bisa nahan ketawa liat kelakuan si pahlwan kecil. Jadi reflek gw bilang "wihh udah pergi lho, takut kayanya sama lw". Dia senyum, "tuh kan.. harus dilawan makanya, kalo kita berani dia juga takut". Gw nyengir sambil langsung ajak dia cabut, temen gw yang di pintu masih shock kayanya liat kelakuan si pahlawan kecil. Gw berharap sih gak ngikut, tapi menurut gw juga 'dia' cuma mau nunjukin teritorial dia aja.

Sampe sekarang ekspresi si pahlwan kecil yang sumpah serapah sok berani masih ngelekat di otak gw. Lucu, keren, gak nyangka. Campur aduk.

Si penakut yang kalo nonton film serem bisa teriak kenceng atau ngegigit tangan gw, ternyata mau berusaha berani pas dia tahu gw gak bisa handle. Ahh gw rindu teman gw ini 😊

Minggu, 09 Juli 2017

Pembalasan sakit hati

Ada seorang teman yang bilang, ketika lw patah hati yang bisa nyembuhin cuma dengan nemu orang baru yang bisa bikin jatuh hati lagi. Sayangnya hal itu gak berlaku buat gw, gw pikir pemikiran kayak gitu kayak cuma maksain hati lw untuk berusaha menyukai sesuatu disaat hati lw baru nemuin orang baru.

Gw rasa ketika menyukai orang baru rasa cinta dan sekedar pelampiasan bakal beda tipis. Yang ada biasanya hal yang paling lw rasain adalah lw membandingkan orang baru itu dengan orang lama. Ujungnya lw cuma nyakitin si orang baru ketika dy tau cuma jadi pelampiasan atas perasaan yang dipaksakan.

Gw bukab tipikal orang yang mudah cinta sama orang. Mungkin suka iya, sekedar gumamman "lucu juga tuh orang" atau "ternyata orangnya baik", that's it. Perasaan buat kenal jauh atau bertindak duluan jauh bgt ada di otak gw. Iyah gw emang pasif, dan menurut temen gw lg orang pasif susah move on nya.. ahahaha

Patah hati gw nikmatin, serius. Nangis semaunya, luapin emosi dengan tulisan, dateng ke tempat yang biasa gw datengin dulu sama orang lama, tapi gw gak mau liat2 media sosial dy. Kalopun apes pas ngeliat ya sudah..

Cuma gw emang bakal jadi manja. Lebih sering maunya ditemenin kemana-mana, gak mau sendirian. Maunya jalan terus, ngumpul sama temen, cari kesibukan apa aja kerjaan di embat. Pas nganggur terus keinget ya nangis ya marah ya sumpah serapah ya nikmatin lagi. Jadi gak move on dong??

Ngapain sih buru2 move on, emang dapet apa klo move on? Move on anak skrg itu kan orientasinya punya pacar baru, lah gw kan gak mau pacaran. Jadi siapa bilang juga klo gw masih suka keinget terus gw gak punya orang lain yang deket.

Yang deket mah ada, tapi kita sebut aja temen deket. Anggep aja lagi di saring. Jangan terburu-buru. Buat apa kita nyembuhin diri sendiri kalo nantinya malah nyakitin orang lain??

Seriously ini lumayan ngefek ke gw. Ngobrol absurd tanpa baper, iyalah kan deketnya pasti gak cuma satu orang jadi obrol santai aja. Tujuannya juga mau jalanin hidup normal lagi kan bukan mau cari ganti pasangan. Nanti juga keliatan apa yang lw lewatin sekarang ada hasilnya.

Inget #YOLO a.k.a You Only Life Once. Waktu lw yang udah terbuang dengan orang yang salah masa mau ditambah lagi dengan ngebuang waktu buat nyesalin patah hati lw??

Jadi bersedihlah semampunya, dan bangkitlah kalau kau yakin itu waktunya