Selasa, 25 Desember 2018

Dari iklan jadi pacar

Menjelang akhir tahun rasanya menjadi menyebalkan, bukan karna akan berakhir.. tapi karna tanggal yang mengingatkan sesuatu.

Tanggal yang terjadi 3 tahun lalu, dimana aku bisa-bisanya begitu nekad menghampiri orang yang aku sayang karena rindu yang membuncah.
Kenekadan yang harus dibayar dengan membohongi orang-orang terdekat demi semuanya terlihat sempurna. Gila..

Tapi ada sesuatu yang juga mengingatkan aku pada suatu cerita dari orang tersebut. Cerita yang terasa menarik bila memang itu benar adanya, atau malah aku harus mengakui imajinasi luar biasa miliknya bila itu memang karangan belaka.

Suatu ketika dia pernah bercerita padaku. Saat itu kita belum lama saling mengenal, aku lupa entah sedang dalam masa pendekatan atau justru sudah berpacaran. Dia berkata, "sepertinya pernah melihat kamu jauh sebelum kita kenalan.. kamu pernah masuk tv ya?". Aku yang ditanya begitu bengong, "masuk tv??" tanyaku.
"Iya masuk tv.. waktu SD pernah main iklan gak?" Kata orang itu lagi. Aku cuma menggeleng seperti ragu.

Kenapa aku bisa ragu, itu karena dia menyebut SD. Memang saat sekolah dasar dulu, sekolahku sering kedatangan tamu luar yang meliput acara atau sekedar promo barang. Dan aku pun termasuk siswa yang aktif ikut kegiatan diluar sekolah. Bahkan grup angklung sekolah kami pernah bermain di tingkat nasional, hanya sebagai tamu atau memang lomba aku juga lupa ingat.

Dia menyebut iklan Taranasiku. Ada yang tau iklan tersebut? Itu tentang iklan nasi instan, yang tinggal diseduh semacam itu. Clue dia selanjutnya adalah, "kamu suka sama eminem kan? Itu dari kapan?", Dari kecil sahutku.

Iya seleraku waktu kecil agak antik, sepertinya terpengaruh dari abangku. P Project, eminem, tapi tetap suka trio kwek-kwek. Sekalipun saat itu sheila on 7, britney spears, dan westlife sangat menjamur. Aku cukup mendengar lalu tapi musik prioritasku tetap yang di awal.

Orang itu mengatakan dia pernah melihat iklan tersebut, dan di satu bagian iklannya ada seorang anak yang ditanya kalau besar nanti mau jadi apa oleh reporter.. dan si anak menyebut EMINEM. Saat menonton itu, orang tersebut tertawa dan berpikir lucu sekali anak tersebut. Dan tak sengaja membatin ingin bertemu anak tersebut suatu saat.

Orang itu meyakini bahwa anak yang dulu berkata mau jadi EMINEM itu adalah aku. Dia yakin saat pertama kali melihatku. Makanya tanpa ragu dia ingin sekali berkenalan. Sulit dipercaya memang, bahkan oleh diriku sendiri. Karena jujur akupun dalam posisi tidak mampu mengingat apakah anak yang waktu iti aku atau bukan. Tapi aku ingat tim Taranasiku pernah datang ke sekolah, pernah bertanya padaku juga, tapi aku tidak ingat bagian apakah itu direkam dan apa pertanyaannya saat itu.

Yang jelas, bagi orang itu keinginan tulusnya saat itu akhirnya terwujud (dengan keyakinannya sendiri tentu, karna aku masih belum yakin). Cuma hebat sekali kalau memang apa yang dia ceritakan benar adanya. Ucapan selintas bocah 8-9th lalu akhirnya terwujud beberapa tahun kemudian. Dan kalaupun itu karangan, betapa niat dia menyusun rangkaian cerita yang ternyata kejadiannya mirip dengan apa yang pernah aku alami (dgn keterbatasan ingatanku pastinya). Apa mungkin itu yang disebut takdir??

Kamis, 01 November 2018

Di Bandara aku belajar

Hari ini tak kusangka bisa membuat susunan kalimat di blog ku. Hanya dari berdiam diri di bangku tunggu bandara. Melihat sekeliling dalam diam, dan curi dengar percakapan sekitar.

Bandara bisa jadi tempat asing bagi seseorang yang tidak memiliki kepentingan. Tapi rasanya tidak mungkin ada seseorang tanpa kepentingan akan hadir di bandara. Sekalipun tukang sapu. Yang harus membersihkan tiap sudut bandara, karena itu kepentingan dari sebuah pekerjaannya.

Bandara menjadi penting, karena banyak hal akan beradu di tempat ini. Seperti yang aku lihat sekarang di pintu kedatangan. Seorang istri dengan anak balitanya yg berpegangan pada relink batas tunggu, celingukan mencari suaminya yang tak kunjung keluar padahal info pendaratan sudah lewat 15 menit. Ada cemas disana.

Ada juga seorang menantu yang menunggu mertuanya datang pertama kali ke ibukota dan baru pertama pula naik pesawat. Pesawat delay, menantu kuatir. Pertemuan syahdu ketika akhirnya beradu. Ada kelegaan, dan sudah pasti rindu.

Juga tak sengaja kulihat seseorang dari pintu kedatangan sedang terpaku melihat sekelompok orang berpelukan menyambut temannya yang baru tiba. Senyumnya getir saat melihat mereka, lalu berjalan gontai menjauh keluar dari bandara. Terasa semu, sepi tiada yang menyambut. Ada iri yang tercipta.

Aku juga melihat ada bapak yang dari jauh sudah siap mengabadikan kedatangan keluarganya dengan handphone. Video sepertinya. Senyumnya mengembang, seolah apa yg dia lakukan akan menjadi sebuah kejutan bagi keluarga yang ditunggunya. Keluarlah istri dan anaknya, si bapak siap mengagetkan. Sayang.. sang istri mengacuhkan. Hanya si anak 4 tahun yang teriak kegirangan melihat bapaknya. Ada kecewa, dan ada penolakan yang terasa kental.

Bandara... Menjadi tempat pertemuan dan perpisahan. Lumbung kesenangan dan kesedihan, bahkan rasa lain bila kau sadar.

Menikmati kehadiran dari yang ditunggu. Atau hanya sepi dari hati yang berharap tampak di balik pintu.

Hari ini, dari sebuah tempat bernama bandara aku belajar macam rasa hubungan manusia yang biasanya aku acuhkan.

Jumat, 26 Oktober 2018

Yang Terdalam

Jauh di dalam diri
Hanya ada sesosok anak
Yang ingin dimanja
Yang ingin diperhatikan

Jauh di dalam diri
Ada sesosok manusia rapuh
Yang berpura-pura kuat
Yang ingin seolah dirinya hebat

Jauh di dalam diri
Sifat ingin selalu menang
Yang tidak mau di acuhkan
Yang ingin menjadi prioritas

Yang tampak diluar diri
Sesosok manusia besar
Yang berlagak dewasa
Yang berusaha terlihat bijak
Dan berlaku sesuai usianya

Aku hanya lah bangunan sarang semut
Terlihat kokoh dengan bentuk menjulang
Tapi hancur ketika hujan besar datang

Aku hanya sebuah lilin penerang rumah
Yang habis terbakar ketika mati lampu
Lalu dilupakan saat listrik kembali menyala

Aku..
Bukan seperti AKU yang kamu tahu

Minggu, 14 Oktober 2018

Sesal

Ku sesalkan..
Ku pikir kau tidak sama dengan yang lainnya
Ternyata hanya caramu saja yang sedikit berbeda

Ku sesalkan..
Ku menaruh harapan pada manusia
Padahal kau juga bergantung pada yang lainnya

Kusesalkan..
Menganggapmu bisa menjadi andalan
Ternyata godaan pun tak bisa kau lepaskan

Kusesalkan..
Berpikir masih ada hal baik yang akan terjadi
Ternyata itu hampa

- 13.30 wib -

Jumat, 12 Oktober 2018

Human Centipede Trilogy : Film sakit jaminan bikin mual


Jelas ini film yang bener-bener sakit, sakit secara ide, sakit secara penggarapan, SAKIT JIWA!! Gimana enggak, buat penonton yang bermental lemah jelas pasti akan muntah-muntah nontonnya. Dan buat yang punya naluri psikopat film ini bisa jadi inspirasi buat mereka,

Gw antara mau rekomendasiin tapi ragu juga sih sebenernya. Ragu karna ya itu, gw takut kalo yang nonton ada jiwa-jiwa yang kecendrungan sakit juga. Cuma kalo mau ngeliat dari sisi briliant mereka ngemas dan idenya ini bisa dibilang full package banget. Gw sendiri heran sama si Tom six yang bikin skenario sekaligus sutradaranya. Apa yang dia bayangin ketika bikin ini.

Film ini masuk genre Horror kalo di Rotten Tomatoes, tapi kalo gw disuruh nentuin genrenya ini lebih masuk jadi thriller gory. Karna gak ada adegan yang gak bikin 'ganggu'. Semuanya bikin orang normal ngilu atau malah ilang selera makan kali dijamin perasaan campur aduk.

Ketiga film ini ditulis dan disutradarai oleh Tom six. Gak banyak info yang bisa digali dari sutradara kelahiran Belanda ini. Terus apa sih yang bikin film ini banyak menuai kecaman, sensor, tapi tetep bikin penasaran?? Sesuai dengan judulnya Human Centipede, film ini juga bercerita sesuai judul filmya secara harafiah - Manusia Kelabang - atau kaki seribu, lipan, keluwing, terserah deh lo mau nyebutnya apa. Eitss tapi ini bukan bercerita tentang manusia siluman, melainkan manusia yang disambung dengan cara berjejer ke belakang dengan mulut orang kedua dan seterusnya dijahit ke anus orang yang di depannya. GILAK! terus kebayang gak gimana mereka makan? yups.. orang paling depan yang mulutnya terbuka yang makan, dan selebihnya buat orang yang mulutnya terjait silahkan nikmati dari hasil pembuangan orang di depannya. (yess silahkan muntah berjamaah)

Ketiga film ini tidak bersambung ceritanya, tapi ada kaitannya. Di film pertama bercerita tentang seorang dokter yang memiliki ide pertama untuk membuat manusia kelabang. Dengan menggunakan 3 korban, terdiri dari 2 orang wanita dan 1 orang pria. Sang dokter membuat korbannya seperti binatang peliharaan. Selama masa percobaan si dokter membuat jurnal, karena memang berniat mempertontonkan ke dunia luar. Menurutnya eksperimen ini juga bisa menjadi alternatif penghematan konsumsi makanan bagi manusia.

Cover film Human Centipede 1
Di film kedua bercerita tentang seorang pria yang bekerja sebagai petugas parkir/ penjaga apartemen. Pria ini terobsesi dengan jurnal dokter di film pertama yang sudah menyebar. Saking terobsesinya, pria ini berniat untuk meneruskan eksperimen tersebut. Berbekal gudang tua yang disewanya, dia pun mulai mencari mangsa untuk eksperimennya. Di film kedua ini menurut gw lebih parah dari yang pertama. Dari mulai pemeran si pria yang terobesi yang bikin bergidik secara fisik dan kelakuan, juga adegan sadis yang dihadirkan. Gimana enggak, yang pertama itu kan dokter jadi saat melakukan eksperimen lebih terlihat profesional layaknya dokter bedah, sedangkan di film kedua tokoh utamanya cuma seorang amatir yang terobesi. Jadi apa yang dia lakuin jauh dari profesional, sadistic. Ditambah atmosfir warna film yang makin mendukung, ini sungguh terlalu!! Cuma spoiler dari gw, film kedua ini ternyata seolah hanya film buatan seseorang yang ingin mengangkat tentang human centipede melalui jurnal dokter yang pernah ada. Tapi tetep aja NGERI cuyy.


Untuk film yang ketiga, penutup dari Trilogy kegilaan ini. Bercerita tentang sebuah penjara, dengan kepala sipir dan asistennya yang SAKIT JIWA. Sang kepala sipir ingin membuat metode jera sekaligus melakukan penghematan terhadap biaya hidup para tahanan di penjara. Isi penjara ini emang kriminal kelas berat, dan sudah melebihi kapasitas tampung. Lalu si asisten menunjukkan sebuah film kepada kepala sipir dengan maksud siapa tahu bisa menjadi inspirasi untuk mencari solusi. Lo tau dong pasti filmnya apa? Yaaa itu si film Human Centipide 2. Dan berhubung si kepala sipir juga sakit jiwa ya dia setuju dengan metode manusia kelabang. Persiapan pun dimulai, mulailah dia mencari orang yang bisa melakukannya. Kepala sipir dan asistennya berharap metode mereka berhasil dan bisa ditunjukka pada senator kota. Dan ketika eksperimen mereka sudh jadi lalu ditunjukkan pada senator ya taulah reaksinya apa... mereka dianggap GILA.

Menariknya, pemeran di film ketiga ini justru gabungan dari 2 film sebelumnya. Si kepala sipir tidak lain tidak bukan adalh pemeran dokter sakit di film pertama. Dan asistennya adalah si petugas parkir/ penjaga apatemen di film kedua. Fiuhhh,,, berat euy berat.


Gw berhasil menonton ketiga film ini dengan senyum ketarik sebelah ๐Ÿ˜dan yang paling bikin gw berasa kaya masuk angin alias bergidik adalah film yang kedua. Tapi untuk membangun emosi penonton, perasaan bersalah saat nonton, dan rasa-rasa lain yang campur aduk akan rata lo rasain di ketiga filmnya. Dimana lo bisa cari dan tonton film ini? gw yakin kalian lebih canggih dari gw dalam mencari film-film bajakan. Monggo dinikmati.

Kamis, 11 Oktober 2018

Nge-BLOG masih GREGET gak sih??

Eh itu gw serius nanya lho, masih banyak gak sih orang yang nge blog? secara udah ada youtube "welcome to my channel..", dengan title vlogger dan bisa menghasilkan uang yang tidak sedikit tentunya pastinya (ciee pake kata mubazir) menjadi godaan hidup tak terelakkan. Semua mau jadi artis, anak SD sekarang ditanya mau jadi apa jawabnya malah "artis youtube!" Uwoww sekali kan jawabannya.

Gw kepikiran sih bikin channel makanan di youtube, cuma kayanya agak susah kalo muka lo gak muncul di layar. Setau gw ada satu channel yang orang nya gak pernah muncul, cuma gw lupa apa namanya (jadi pe er gw deh nanti). Dan gw pun tidak cukup pede untuk tampil depan kamera. Trus kenapa channel makanan? emang gw expert banget soal makanan? NOPE, tapi gw suka berbagi refrensi tempat makanan enak. Dan sejauh ini akun gw yang suka ngulas makanan dapet respon positif. Tapi nama akunnya apa dan dimana itu RAHASIA.

Nah soal nge BLOG ini, gw masih sering menemukan tapi biasanya seputar resep makanan, kecantikan, dan travelling. Gak ada Blog yang isinya sampah macem gw, umbar aib dan ke Randoman khas kearifan lokal. Gw sendiri mulai nge BLOG tahun 2008. ditandai dengan boomingnya BLOG si Kambing Jantan a.k.a Raditya Dika. Seinget gw juga karna tugas kampus yang mesti diposting ala-ala media online. Dibantu temen gw buat bikin nya dan si Blog pun bersarang laba-laba se-selesainya tugas kampus gw alias tak terurus.

Lalu beberapa teman gw menyarankan untuk menggalakkan kembali si Blog ini.. gw bingung kan galakkinnya gimana, secara gw ngomong biasa aja orang udah nyangkain gw marah-marah. Lebih tepatnya sebenernya temen-temen gw mulai membiasakan gw nulis lagi, biar daya ingat gw yang seadanya bisa terekam baik lewat tulisan. Baik ya mereka.. Dan buat gw pribadi, menulis ngasi gw kebebasan lebih yang gak bisa didapet klo gw nge VLOG tadi itu

Iya gw ada penyakit lupa, kayak lost short memory gitu. jadi gw sering bikin catetan dimana aja. Trus nih ya, temen deket gw itu tau kalo gw orangnya susah berbagi cerita tentang apa yang gw rasa. Alhasil gw masi kaya anak SD baru puber yang suka nulis diary. Nah kebiasaan nulis diary ini disarankan temen gw buat dituang dalam blog, ya gak semua hal tapi sesuatu yang mau gw bagi aja. Karena menurut beliau (eh temen gw belum tua kok, sepantaran) ini bisa membantu menurunkan anti sosial gw. Dari situ lah Blog itu akhirnya masih berlanjut hingga 10 tahun.

Blog ini kan sekarang namanya Imaji Ruang Kata, sebelumnya bukan itu sebenernya. Gw niatnya cuma mau berbagi cerita lucu, jadi namanya Lutung Bersarung. Kenapa namanya itu yaaa karna belum nemu lutung yang pake sarung. ๐Ÿ˜Ž Tapi seiring waktu gw jadi nulis macem2.. nulis cerita fiksi disini juga, rekomendasi sesuatu, yo wis gw ganti aja. Nemu nama Imaji Ruang Kata juga simpel. Gw mikirnya, blog ini kan ruang wadah gw buat nuangin apa yang ada di kepala gw lewat kata-kata, dan jadilah nama itu.

Sadar gak sih kalo gw tipikal orang yang setia? *mencoba menjual nama sendiri. Hehehe. Gimana enggak, sekalipun gw punya akun semua media sosial, gw masih setia sama media sosial yang bisa dibilang mulai ditinggal orang. Sejauh ini cuma ada 2 akun yang gw gunain dan cukup aktif. Instagram dan Twitter. Instagram buat cari inspirasi foto dan twitter buat hal yang lebih nyampah lagi daripada di blog. Mulai males sih sama IG, isinya ganggu! gak artsy kaya awal-awal belum booming. Tapi kalo twitter bener-bener akun kicauan terbebas buat gw. 2 aplikasi itu gak bisa jadi satu, khalayak nya bertentangan. Kalo ketemu suka ribut macem mantan yang kalo ketemu trus ngungkit yang lalu-lalu (eaaa).

Sejujurnya mulai tahun lalu gw janji untuk rajin posting Blog tapi apa daya, nge Blog itu butuh waktu ekstra. Jadi biasanya gw ketik dulu dimana, nah dimananya ini yang sering gw lupa trus terbelangkai. Gw gak ambil pusing apa blog gw ini ada yang baca atau enggak. Tapi gw senang juga kalo ada yang apresiasi si kumpulan tulisan Random ini. Dan beberapa kali gw pernah dikagetin sama orang-orang yang tetiba bilang mereka baca blog gw dan ada juga yang bilang nunggu tulisan terbaru. Terharu aku tuh.. Jadi untuk pendatang baru blog ku, atau yang diam-diam suka mampir TERIMAKASIH YAA sudah mampir, gw akan coba kasih tulisan yang lebih random lagi biar kalian terhibur.

Jangan bilang "kalau saja"

Apaan sih tang, kok judulnya gitu? hehehe cuma mau berbagi pengalaman aja ceritanya, mumpung di kantor lagi gabut. Emang ada apa dengan kata sepele kaya gitu, jadi gini kata "kalau aja", "seandainya" pasti sering gak sadar kita ucap. biasanya sering keucap ketika ada sesuatu yang kita harapkan belum bisa terjadi, atau iri, atau menyesal akan suatu hal. Nah ternyata dibalik kata-kata ini justru gw dapet ilmu baru.. tepatnya sesuatu yang gw baru pelajarin setahun lalu.

Tahun lalu masih jelas di ingatan gw gimana gw sering menyalahkan diri gw sendiri terhadap suatu kejadian yang terjadi di hidup gw. Gw sering banget bilang, "coba dulu gw gak mau diajak kenalan sama dia", "coba gw jangan kasih tuh orang kesempatan kedua", dan rentetan kalimat lain yang selalu menyalahkan waktu sebagai kambing hitam.

terus tiba-tiba di tengah ke random-an gw browsing, gw menemukan sebuah artikel yang langsung bikin gw berasa kaya dipukul dari belakang. artikel itu berbunyi :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุงุญْุฑِุตْ ุนَู„َู‰ ู…َุง ูŠَู†ْูَุนُูƒَ ูˆَุงุณْุชَุนِู†ْ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ูˆَู„ุง ุชَุนْุฌِุฒَู†َّ , ูˆَุฅِู†ْ ุฃَุตَุงุจَูƒَ ุดَูŠْุกٌ ูَู„ุง ุชَู‚ُู„ْ : ู„َูˆْ ุฃَู†ِّูŠ ูَุนَู„ْุชُ ูƒَุฐَุง ู„َูƒَุงู†َ ูƒَุฐَุง ูˆَ ูƒَุฐَุง , ูˆَู„َูƒِู†ْ ู‚ُู„ْ : ู‚َุฏَุฑُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَ ู…َุง ุดَุงุกَ ูَุนَู„َ , ูَุฅِู†َّ ู„َูˆْ ุชَูْุชَุญُ ุนَู…َู„َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ

“Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664)


ini link nya: https://muslimah.or.id/3345-perkataan-seandainya-membuka-pintu-setan.html


Dari artikel itu gw dapet kesimpulan, jadi selama ini yang gw lakuin itu bukan nyalahin diri sendiri tapi nyalahin takdir Allah. Dan gw diam seribu bahasa. Gak butuh waktu lama buat tulisan ini bikin gw sadar, harusnya gw justru ambil hikmahnya dari apa yang udah terjadi sama gw. Bukannya selama ini gw selalu coba cari positif persoalan, kenapa juga lantaran masalah kali ini berhubungan dengan perasaan sentimentil gw malah jadi berlarut dan seolah hidup gw terhenti. Abis itu gw tanamkan ke pikiran gw hal baik apa yang bisa gw dapet setelah semua kejadian ini lewat. Hal pertama yang gw bisa ambil adalah gw tidak perlu berlama-lama lagi dalam jurang kenistaan yaitu pacaran. Iyess cuy, pacaran emang nikmat tapi godaannya gede banget. Godaan buat zina, walopum hubungan lawan jenis gw juga itungannya cupu banget daripada anak SD sekarang. Dan next nya yaa gw coba cari lagi hal positif apa yang bisa gw dapet. Sejauh ini sih gw gak nyesel dan nyalahin diri gw, malah gw bersyukur dapet pengalaman terbaik buat ke depan nanti.

Nahh.. tapi nih ya kadang gw pengen banget kasih artikel itu ke temen-temen gw yang masi suka ngucapin kata yang tidak boleh disebutkan itu (macem nyebut voldemort). Dan hal yang terparah adalah ketika temen gw curhat, "coba gw ketemu nih cewek sebelum gw nikah tang.. ". Gw paham sih, untuk urusan hati emang sering dibutakan cuy, tapi kalo gw yang denger model gitu it's sound like lo nyesel sama apa yang udah lo pilih, ada kesedihan di dalam katanya. ada penyesalan, ada ketidak bersyukuran. Dan istilah membuka pintu setan bisa jadi bener. semakin lo menyalahkan entah itu siapa, semakin bisikan-bisikan syaiton kenceng untuk melakukan yang berlawanan.

Allah ta’ala berfirman,

ู…َุง ุฃَุตَุงุจَ ู…ِู†ْ ู…ُุตِูŠْุจَุฉٍ ูِูŠ ุงู„ุฃَุฑْุถِ ูˆَู„ุง ูِูŠ ุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ุฅِู„ุงَّ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจٍ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِ ุฃَู†ْ ู†َุจْุฑَุฃَู‡َุง ุฅِู†َّ ุฐَู„ِูƒَ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูŠَุณِูŠْุฑٌ # ู„ِูƒَูŠْู„َุง ุชَุฃْุณَูˆْู‡َุง ุนَู„َู‰ ู…َุง ูَุงุชَูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุชَูْุฑَุญُูˆْุง ุจِู…َุง ุกَุง ุชَูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ู„َุง ูŠُุญِุจُّ ูƒُู„َّ ู…ُุฎْุชَุง ู„ٍ ูَุฎُูˆْุฑٍ 

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami mewujudkannya, sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira dengan apa yang Dia berikan untukmu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Al-Hadiid: 22-23)

https://muslimah.or.id/3345-perkataan-seandainya-membuka-pintu-setan.html

Okeh udah bawa-bawa ayat nih, bukan bermaksud sok religius apa gimana, tapi buat gw pribadi ketika gw menemukan artikel ini pun gw rasa udah suratan takdir dari Allah biar gw gak berlarut dalam kubangan kesedihan. Muahahaha. By the way, hal-hal yang pernah terjadi sama gw malah sekarang sering gw jadiin bahan inspirasi, bahan renungan, bahan penelitian (wedeuww) yang jelas gak bisa jadi bahan makanan (krikk).


Jadi, kalo you gaes ada yang baca tulisan tak bermakna ini semoga justru jadi berpikir keras setelah mencoba meresapi. Ya kalo kurang meresap bisa disimpan di kulkas semaleman dulu. Ihh udah ahh garing banget daritadi, mungkin efek cuaca panas diluar sana yang mengeringkan kulitku hingga ke ari-arinya.